Triquetra (dari bahasa latin tri- "tiga" dan quetrus "sudut/menyudut") makna aslinya adalah "segitiga". Simbol ini umumnya diyakini berasal dari daerah Celtic (Celtic nations), dan sudah digunakan sebelum masa ke-Kristenan. Simbol ini terbentuk dari potongan (irisan) dari 3 lingkaran yang disusun tumpang tindih sehingga saling terhubung / tidak terputus. Terkadang ditambahkan 1 lingkaran penuh di tengahnya sebagai penekanan aspek persatuan.
Gereja-gereja Kristen di Celtic sering menggunakan simbol ini karena dianggap menjadi sebuah representasi sempurna akan konsep "Tiga dalam satu" dalam kepercayaan Kristen: Trinitas Kudus (Bapa, Anak dan Roh Kudus).
Para triquetra berbentuk 3 ikan yang tersusun saling tumpang tindih (sehingga -juga- membentuk 3 setengah lingkaran yang tidak terputus), merupakan simbol para triquetra yang paling awal digunakan dalam ke-Kristenan, jauh sebelum penggunaan simbol salib.
Gereja-gereja Kristen di Celtic sering menggunakan simbol ini karena dianggap menjadi sebuah representasi sempurna akan konsep "Tiga dalam satu" dalam kepercayaan Kristen: Trinitas Kudus (Bapa, Anak dan Roh Kudus).
Para triquetra berbentuk 3 ikan yang tersusun saling tumpang tindih (sehingga -juga- membentuk 3 setengah lingkaran yang tidak terputus), merupakan simbol para triquetra yang paling awal digunakan dalam ke-Kristenan, jauh sebelum penggunaan simbol salib.
Bentuk para triquetra/triqueta yang lain:
:: Kontroversi ::
Banyak kalangan (termasuk dari kalangan Kristen) menghubungkan atau menyatakan simbol para triquetra adalah simbol agama kafir dan satanisme.
oh well, khusus untuk simbol para triquetra, simbol ini memang sudah muncul/digunakan di daerah Celtic jauh sebelum masa penyebaran agama-agama dimulai. Pada wilayah Celtic utara, simbol ini dianggap citra dari sosok Dewi. Sedangkan di wilayah utara, merupakan citra dari sosok dewa Odin.
Simbol Triquetra dianggap mewakili berbagai triplicities (konsep tiga dalam satu kesatuan), seperti misalnya pembagian alam dunia menjadi 3 bagian (darat, laut dan udara), atau bagian-bagian yang saling berhubungan dengan keberadaan manusia (pikiran, tubuh dan jiwa), ataupun konsep triplicities yang lain yang mengacu kepada konsep kesatuan. Konsep ini juga-lah yang terdapat pada simbol triquetra di wilayah Celtic dan simbol-simbol Celtic lainnya, yang sering menggunakan banyak lingkaran tak terputus sebagai lambang keabadian.
Simbol "3" sendiri tidak terbatas hanya di wilayah Celtic saja. Ada banyak kebudayaan di seluruh dunia yang menganggap "3" sebagai angka/nomor ilahi. Simbol dengan bentuk tiga lingkaran yang saling terkait juga ditemukan di sebuah situs keagamaan di India.
Semua konsep "3", terutama yang terdapat pada banyak simbol-simbol di wilayah Celtic, mengarah kepada pengkultusan sosok kudus, apakah itu dewi atau dewa, yang dianggap memberikan kebaikan / perlindungan atas kejahatan.
Bahkan orang-orang Kristen sendiri pernah memprotes penggunaan simbol para triquetra dalam kepercayaan Wicca dan mengatakannya sebagai "perampasan simbol". Ironisnya, dari penelitian tentang paganisme, simbol pentagram yang dianggap sebagai simbol yang digunakan penganut satanisme, pernah digunakan oleh orang Kristen. Hal ini terjadi sebagai apa yang disebut syncretism (percampuran/peleburan dua keyakinan yang (umumnya) berlawanan), lebih umum bisa disebut sebagai proses inkulturasi (budaya). Dalam hal ini yakni ke-Kristenan dan neopaganism. Sebagaimana fakta sejarah yang memaparkan bahwa di era ke-Kristenan awal, dalam penyebarannya ke daerah yang baru, sering kali simbol-simbol dan sistem suatu kepercayaan lokal/tradisional diadopsi/digunakan sebagai cara agar ke-Kristenan mudah diterima. Dalam kenyataannya, banyak penganut kepercayaan Wicca juga mengadopsi cara/model ritual dari ke-Kristenan.
oh well, khusus untuk simbol para triquetra, simbol ini memang sudah muncul/digunakan di daerah Celtic jauh sebelum masa penyebaran agama-agama dimulai. Pada wilayah Celtic utara, simbol ini dianggap citra dari sosok Dewi. Sedangkan di wilayah utara, merupakan citra dari sosok dewa Odin.
Simbol Triquetra dianggap mewakili berbagai triplicities (konsep tiga dalam satu kesatuan), seperti misalnya pembagian alam dunia menjadi 3 bagian (darat, laut dan udara), atau bagian-bagian yang saling berhubungan dengan keberadaan manusia (pikiran, tubuh dan jiwa), ataupun konsep triplicities yang lain yang mengacu kepada konsep kesatuan. Konsep ini juga-lah yang terdapat pada simbol triquetra di wilayah Celtic dan simbol-simbol Celtic lainnya, yang sering menggunakan banyak lingkaran tak terputus sebagai lambang keabadian.
Simbol "3" sendiri tidak terbatas hanya di wilayah Celtic saja. Ada banyak kebudayaan di seluruh dunia yang menganggap "3" sebagai angka/nomor ilahi. Simbol dengan bentuk tiga lingkaran yang saling terkait juga ditemukan di sebuah situs keagamaan di India.
Semua konsep "3", terutama yang terdapat pada banyak simbol-simbol di wilayah Celtic, mengarah kepada pengkultusan sosok kudus, apakah itu dewi atau dewa, yang dianggap memberikan kebaikan / perlindungan atas kejahatan.
Bahkan orang-orang Kristen sendiri pernah memprotes penggunaan simbol para triquetra dalam kepercayaan Wicca dan mengatakannya sebagai "perampasan simbol". Ironisnya, dari penelitian tentang paganisme, simbol pentagram yang dianggap sebagai simbol yang digunakan penganut satanisme, pernah digunakan oleh orang Kristen. Hal ini terjadi sebagai apa yang disebut syncretism (percampuran/peleburan dua keyakinan yang (umumnya) berlawanan), lebih umum bisa disebut sebagai proses inkulturasi (budaya). Dalam hal ini yakni ke-Kristenan dan neopaganism. Sebagaimana fakta sejarah yang memaparkan bahwa di era ke-Kristenan awal, dalam penyebarannya ke daerah yang baru, sering kali simbol-simbol dan sistem suatu kepercayaan lokal/tradisional diadopsi/digunakan sebagai cara agar ke-Kristenan mudah diterima. Dalam kenyataannya, banyak penganut kepercayaan Wicca juga mengadopsi cara/model ritual dari ke-Kristenan.
referensi:
- Mac Mathúna, Liam (1999) "Irish Perceptions of the Cosmos" Celtica vol. 23 (1999), pp.174–187
- Dictionary of Irish Terms
- Stephen Walker, "Celtic Revival Crosses", Celtic Arts Website, accessed 22 Nov 2008
- Spotlight Ministries website. Christian Wicca? The Ultimate Oxymoron. Consulted 23rd November 2010
:: Para Triquetra dan Erste Vox ::
Erste Vox beranggotakan para teruna dan pemuda/i. Tujuan awal dibentuknya Erste Vox agar menjadi wadah yang menjembatani transisi para teruna menuju ke gerakan pemuda.
Kelanjutannya diharapkan Erste Vox dapat ber-regenerasi, sehingga the next generation boleh terus hadir mengisi. Seperti halnya the circle of life yang sudah dan akan selalu ada sebagaimana adanya.
Meskipun tidak berkonsep "tiga dalam satu", namun konsep lingkaran yang berkesinambungan dan saling terkait menjadi satu kesatuan dari simbol para triquetra sangat cocok dengan makna dan tujuan dari Erste Vox.
Karena itu Erste Vox menggunakan para triquetra sebagai bentuk dasar yang kemudian di sederhanakan, menjadi simbol dari Erste Vox.
Kelanjutannya diharapkan Erste Vox dapat ber-regenerasi, sehingga the next generation boleh terus hadir mengisi. Seperti halnya the circle of life yang sudah dan akan selalu ada sebagaimana adanya.
Meskipun tidak berkonsep "tiga dalam satu", namun konsep lingkaran yang berkesinambungan dan saling terkait menjadi satu kesatuan dari simbol para triquetra sangat cocok dengan makna dan tujuan dari Erste Vox.
Karena itu Erste Vox menggunakan para triquetra sebagai bentuk dasar yang kemudian di sederhanakan, menjadi simbol dari Erste Vox.

Celtic nations
Yang disebut bangsa-bangsa Celtic adalah wilayah teritorial di utara dan barat benua Eropa, dimana pada wilayah-wilayah ini masih didapati penggunaan bahasa asli Celtic dan beberapa kebudayaan asli Celtic.
Penggunaan istilah/terminologi "bangsa" disini bukanlah mengacu pada arti negara-negara bagian, melainkan mengacu pada kenyataan bahwa di wilayah-wilayah ini, penduduknya menggunakan/memberlakukan identitas tradisional yang sama, dan dikelompokkan/dibagi menurut akar budaya tradisi masing-masing.
Enam wilayah teritorial yang di sebut sebagai bangsa Celtic yakni (menggunakan nama aslinya): Brittany (Breizh), Cornwall (Kernow), Ireland (Éire), the Isle of Man (Mannin), Scotland (Alba), and Wales (Cymru).
Di ke-enam wilayah ini masih terdapat bahasa Celtic. Sebagian masih menggunakannya, sebagian lagi pernah menggunakannya di jaman moderen.
Selain ke-enam wilayah yang sudah disebutkan, beberapa wilayah lain yang juga -kadang- disebut sebagai bangsa Celtic yakni wilayah-wilayah dibagian barat laut Spanyol, terutama: Galicia, Cantabria and Asturias. Hal ini dikarenakan kultur budaya yang unik yang dimilikinya. Namun demikian, tidak seperti halnya ke-enam wilayah sebelumnya, di wilayah-wilayah ini tidak pernah ada penggunaan bahasa Celtic di jaman moderen.
Sebelum era ekpansi kerajaan Roma dan Germania, sebagian besar wilayah Eropa disebut/merupakan (bangsa) Celtic.
referensi:
Enam wilayah teritorial yang di sebut sebagai bangsa Celtic yakni (menggunakan nama aslinya): Brittany (Breizh), Cornwall (Kernow), Ireland (Éire), the Isle of Man (Mannin), Scotland (Alba), and Wales (Cymru).
Di ke-enam wilayah ini masih terdapat bahasa Celtic. Sebagian masih menggunakannya, sebagian lagi pernah menggunakannya di jaman moderen.
Selain ke-enam wilayah yang sudah disebutkan, beberapa wilayah lain yang juga -kadang- disebut sebagai bangsa Celtic yakni wilayah-wilayah dibagian barat laut Spanyol, terutama: Galicia, Cantabria and Asturias. Hal ini dikarenakan kultur budaya yang unik yang dimilikinya. Namun demikian, tidak seperti halnya ke-enam wilayah sebelumnya, di wilayah-wilayah ini tidak pernah ada penggunaan bahasa Celtic di jaman moderen.
Sebelum era ekpansi kerajaan Roma dan Germania, sebagian besar wilayah Eropa disebut/merupakan (bangsa) Celtic.
referensi:
- Koch, John (2005). Celtic Culture : A Historical Encyclopedia. ABL-CIO. pp. 300, 421, 495, 512, 583, 985. ISBN 978-1-85109-440-0. Retrieved November 24, 2011.
- Celticleague.net
- Koch, John T. (2006). Celtic Culture: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO. pp. 365. Retrieved March 2, 2011.
- Koch, John T. (2006). Celtic Culture: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO. pp. 365, 697, 788–791. Retrieved March 2, 2011.
- Alberro, Manuel (2005). "Celtic Legacy in Galicia". E-Keltoi: Journal of Interdisciplinary Celtic Studies 6: 1005–1035.
- "Site Officiel du Festival Interceltique de Lorient". Festival Interceltique de Lorient website. Festival Interceltique de Lorient. 2009. Retrieved 2009-05-15.
- Ian Johnston (2006-09-21). "We're nearly all Celts under the skin". The Scotsman. Retrieved 2007-11-24.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
to use openID: type the host of your openID.
e.g. to comment using your yahoo email account, choose openID from the profile selector, then type: yahoo.com